Kalibrasi belajar: bandingkan keyakinan dengan hasil
Piply Team
Kamu berharap bisa menjawab sebagian besar pertanyaan suatu topik dengan benar. Percobaan yang diperiksa dapat menunjukkan apakah harapan itu sesuai tugas. Membandingkan prediksi dengan hasil adalah cara memeriksa kalibrasi.
Tujuannya adalah mengambil keputusan belajar berdasarkan informasi lebih baik. Keyakinan tinggi maupun rendah bisa tidak akurat dan tidak menunjukkan kemampuan seseorang jika berdiri sendiri.
Dua jenis akurasi penilaian
Kalibrasi absolut menyangkut kecocokan tingkat hasil yang diprediksi dan diamati. Jika memprediksi skor 80% pada kumpulan soal tertentu, bandingkan dengan skor menggunakan aturan penilaian yang sama.
Akurasi relatif menyangkut apakah penilaian membedakan item atau topik yang lebih kuat dan lebih lemah. Kamu bisa mengurutkan topik dengan benar tetapi memprediksi skor terlalu tinggi untuk semuanya. Kamu juga bisa memprediksi skor keseluruhan dengan tepat tetapi salah tentang topik yang perlu dilatih.
Prinz, Golke, dan Wittwer (2020) menganalisis akurasi metapemahaman relatif: seberapa baik prediksi pelajar membedakan pemahaman berbagai teks. Mereka menemukan hubungan rata-rata yang sederhana, dengan variasi antarkondisi belajar. Makalah terbit dalam Educational Research Review. Hasilnya bukan ukuran keyakinan berlebihan semua orang atau jaminan untuk pelajar tertentu.
Gunakan pemeriksaan sesuai tujuan
Soderstrom dan Bjork (2015) menjelaskan mengapa hasil saat pemerolehan memberi gambaran tidak lengkap tentang pembelajaran jangka panjang. Melihat jawaban membuat tugas terasa mudah tanpa membuktikan bahwa kamu bisa menghasilkannya nanti.
Pilih pemeriksaan yang menyerupai pengetahuan yang dibutuhkan. Untuk ujian, bisa berupa pertanyaan singkat atau penyelesaian soal. Untuk pekerjaan, menjelaskan prosedur atau menerapkannya pada contoh baru. Sediakan referensi ketika tugas sebenarnya mengizinkan; tentukan kondisi sebelum menilai hasil.
Pemeriksaan tertunda memberi bukti tentang hasil kemudian. Temuan penilaian tertunda Nelson dan Dunlosky (1991) menyangkut ingatan pasangan asosiasi dalam kondisi tertentu. Jangan mengubahnya menjadi janji bahwa setiap jeda meningkatkan pemahaman atau memprediksi skor ujian akhir.
Simpan catatan prediksi sederhana
- Pilih kumpulan pertanyaan dan aturan penilaian. Tulis kapan akan mencoba dan apakah akan menggunakan referensi.
- Prediksi skor sebelum percobaan. Jika menilai pertanyaan satu per satu, catat penilaian sebelum memeriksa jawaban.
- Selesaikan percobaan dalam kondisi yang dipilih. Nilai dengan sumber tepercaya dan gunakan pemberian nilai parsial yang konsisten.
- Catat skor prediksi dan hasil di samping tanggal serta topik. Prediksi 80% yang diikuti 60% berarti perkiraan terlalu tinggi sebesar 20 poin persentase pada percobaan itu.
- Cari pola melalui beberapa percobaan yang dapat dibandingkan. Tinjau konsep yang terlewat dan periksa lagi; ubah tugas jika tidak mewakili tujuanmu.
Satu hasil bukan diagnosis. Kesulitan soal, tebakan, sampel kecil, dan kunci jawaban tidak jelas dapat memengaruhi perbandingan. Jawaban yakin yang salah memberi umpan balik tentang jawaban itu, bukan bukti seluruh sistem penilaianmu rusak.
Gunakan catatan untuk memilih tugas berikutnya
Cari topik yang prediksi keyakinannya tetap tinggi tetapi hasil pemeriksaannya rendah. Tinjau sumber, pelajari penjelasan, atau latih soal lain. Perhatikan juga topik yang hasilnya lebih kuat dari dugaan.
Latihan buatan dapat menyediakan pertanyaan, tetapi kunci jawabannya perlu ditinjau. Piply tidak menjadi asesmen kalibrasi tervalidasi hanya karena kamu memakainya untuk latihan.
Mulai dari kumpulan soal yang realistis dan simpan prediksi pertama di samping hasilnya. Tambahkan catatan ketika membantu menentukan latihan berikutnya.